MR Muhammad Rujib Abdullah Ruang untuk ilmu dan dakwah
10 Amalan Yang Mengalir Setelah Meninggal
← Semua E-Book
E-Book

10 Amalan Yang Mengalir Setelah Meninggal

Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr

Identitas Buku
Judul Buku: 10 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Meninggal (Terjemahan)
Judul Asli: عشر يجري ثوابها بعد الممات ('Asyrun Yajrii Tsawabuhaa Ba'dal Mamaat)
Penulis Asli: Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr
Penerjemah: Muh. Rujib Abdullah, S.H., M.Pd.
Penerbit: Muslim Inspiring
Rincian Sepuluh Amalan Utama
Amal Pertama: Mengajarkan Ilmu
Mengajarkan ilmu syar'i yang bermanfaat merupakan tugas utama para nabi dan amal paling utama.
Pahala seorang ulama atau pengajar tetap hidup melalui buku-buku karya tulisnya, rekaman kajian, khotbah, maupun murid-murid yang mengamalkannya (kehidupan kedua bagi sang alim).
Termasuk di dalamnya mencetak, membeli, dan mewakafkan buku-buku agama, serta menyebarkan buku digital (e-book) yang bermanfaat secara luas.
Amal Kedua: Mengalirkan Sungai
Menggali parit atau kanal irigasi untuk mengalirkan air dari mata air/sungai menuju pemukiman warga dan lahan pertanian.
Pahalanya terus mengalir setiap kali air tersebut dimanfaatkan untuk minum manusia, menyiram tanaman, maupun memberi minum hewan ternak.
Masuk dalam kategori ini secara modern: memasang jaringan pipa air bersih dan menyediakan dispenser air minum di tempat umum.
Amal Ketiga: Menggali Sumur
Menyediakan sumber air yang bertahan lama dan berkelanjutan.
Besarnya pahala memberi minum makhluk hidup ditegaskan dalam hadits (“Pada setiap makhluk hidup yang kehausan ada pahala sedekah”). Menyiapkan sumur yang menghilangkan dahaga ribuan manusia, burung, dan hewan menghadirkan pahala tak terhingga di hari kiamat.
Amal Keempat: Menanam Pohon Kurma (Tanaman Bermanfaat)
Pohon kurma diserupakan oleh Rasulullah ﷺ seperti seorang mukmin karena seluruh bagiannya berfaedah dan penuh berkah.
Keutamaan ini melingkupi setiap pohon dan tanaman produktif yang buahnya, daunnya, atau naungannya dimakan serta dimanfaatkan oleh manusia, binatang ternak, hingga burung liar.
Amal Kelima: Membangun Masjid
Masjid adalah tempat yang paling dicintai oleh Allah di muka bumi.
Memakmurkan masjid mencakup fisik (pembangunan, renovasi, fasilitas) dan maknawi (shalat berjamaah, tilawah, majelis ilmu).
Penulis hadits menjanjikan istana di surga bagi yang membangun masjid karena ikhlas mengharap wajah Allah, bahkan bagi mereka yang turut urunan/berkontribusi meski sebesar sarang burung.
Amal Keenam: Mencetak & Mewariskan Mushaf Al-Qur'an
Mewariskan mushaf kepada keluarga atau mencetak dan mendistribusikan mushaf wakaf ke masjid-masjid dan pesantren.
Setiap kali ayat-ayat Al-Qur'an tersebut dibaca, ditadabburi, dan diamalkan oleh kaum muslimin, pahalanya mengalir kepada pihak yang mewakafkannya.
Amal Ketujuh: Mendidik Anak Menjadi Shalih
Anak adalah hasil jerih payah orang tua (“Anak-anakmu adalah hasil usahamu”).
Anak yang shalih akan terus memohonkan ampunan dan rahmat bagi orang tuanya di alam kubur hingga derajat orang tua di surga terangkat.
Seluruh amal kebajikan yang dikerjakan oleh sang anak (shalat, puasa, sedekah) secara otomatis mengalirkan pahala yang sama kepada kedua orang tuanya tanpa mengurangi pahala sang anak.
Amal Kedelapan: Membangun Rumah untuk Diwakafkan
Mendirikan tempat singgah atau rumah tinggal bagi ibnu sabil (musafir kehabisan bekal), penuntut ilmu, janda, anak yatim, dan fakir miskin.
Termasuk di dalamnya: membangun rumah sakit umum, fasilitas umum yang diwakafkan, serta membeli tanah wakaf untuk pekuburan muslimin dan sarana pengurusan jenazah.
Amal Kesembilan: Berjaga di Perbatasan (Ribath) di Jalan Allah
Berjaga untuk melindungi kaum muslimin dari ancaman musuh menghadirkan empat keutamaan besar: pahalanya melampaui puasa dan shalat malam sebulan penuh, pahala seluruh amal saleh semasa hidupnya terus ditumbuhkan dan dicatat hingga hari kiamat, diberikan rezeki dari surga layaknya para syuhada, serta diselamatkan dari fitnah/ujian pertanyaan kubur.
Termasuk di dalamnya mempersiapkan logistik dan persenjataan bagi prajurit penjaga perbatasan.
Amal Kesepuluh: Sedekah Jariyah
Sedekah pokok harta yang manfaatnya bertahan lama, seperti wakaf tanah, bangunan sekolah, sumur, dan fasilitas umum.
Pahalanya terus berjalan selama wujud fisik sedekah tersebut masih ada dan dimanfaatkan.
Penutup:
Peringatan agar bersegera beramal selagi sehat dan lapang, tidak menundanya hingga sakaratul maut tiba.
Tadabbur firman Allah dalam QS. Yasin ayat 12 tentang pencatatan jejak-jejak peninggalan manusia (atsar); kebaikan yang ditinggalkan akan membuahkan aliran pahala, sedangkan jejak keburukan/pelopor maksiat akan meninggalkan dosa jariyah yang terus berjalan.
Perpustakaan Digital

Baca E-Book

Baca langsung melalui reader tanpa meninggalkan halaman detail e-book.

Unduh PDF
34 halaman 646 KB