MR Muhammad Rujib Abdullah Ruang untuk ilmu dan dakwah
Fikih Puasa
← Semua E-Book
E-Book

Fikih Puasa

Muh. Rujib Abdullah, S.H., Gr., M.Pd.

Identitas BukuJudul Buku: Fikih Puasa (Agar Ibadah Puasa Makin Bermakna) Penulis: Muh. Rujib Abdullah, S.H., M.Pd. Editor/Muroja'ah: Ust. Dzulqornain, S.Sy Penerbit: Muslim Inspiring Tahun Terbit / Cetakan: Cetakan ke-1, 1 Februari 2024 / 21 Rajab 1445 H Struktur & Pembahasan Rinci per BagianPengertian PuasaBahasa: Menahan diri (al-imsak), sebagaimana perkataan Maryam yang bernazar menahan diri dari berbicara (QS. Maryam: 26).Syariat: Menahan dari hal-hal yang khusus (pembatal puasa) pada waktu yang khusus (dari terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari) oleh orang yang khusus (muslim, baligh, berakal, bebas dari udzur).Sejarah & Tiga Fase Pensyariatan PuasaPuasa Umat Terdahulu: Puasa telah disyariatkan sebelum umat Nabi Muhammad ﷺ, seperti puasa hari 'Asyura yang dilakukan Nabi Musa 'alaihissalam dan kaum Quraisy jahiliyah.Fase 1 (Pilihan): Umat Islam diberi pilihan antara berpuasa atau membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin (QS. Al-Baqarah: 184) sebelum akhirnya dinasakh.Fase 2 (Ketetapan Awal): Jika seseorang tidur sebelum berbuka pada petang hari, ia diharamkan makan, minum, dan bergaul dengan istri hingga petang hari berikutnya (dikisahkan melalui peristiwa Qais bin Shirmah yang pingsan karena kelelahan dan belum sempat berbuka).Fase 3 (Ketetapan Final): Diberikan kelonggaran untuk makan, minum, dan menggauli istri sepanjang malam hingga fajar shadiq tiba (QS. Al-Baqarah: 187).Hukum dan Dalil Puasa RamadhanPuasa Ramadhan merupakan rukun Islam ke-4 yang hukumnya fardhu 'ain bagi setiap mukallaf berdasarkan Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 183), Hadits (Arba'in / Rukun Islam), dan Ijma' ulama. Mengingkari kewajibannya dapat mengeluarkan seseorang dari Islam (murtad).Syarat Wajib PuasaIslam.Baligh dan berakal (mukallaf).Mampu melaksanakannya (tidak sakit parah atau tua renta).Mukim (tidak sedang safar yang membolehkan qashar shalat).Suci dari haid dan nifas bagi wanita.Rukun PuasaNiat: Wajib berniat sebelum fajar (tabyitun niyyah) setiap malam untuk puasa wajib; sedangkan puasa sunnah dibolehkan berniat di pagi/siang hari selama belum makan/minum.Menahan Diri (Imsak): Menahan diri dari seluruh pembatal puasa.Waktu: Dari terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari.Pembatal-Pembatal PuasaMakan dan minum secara sengaja (jika lupa tidak batal).Muntah dengan sengaja.Jima’ (hubungan badan) di siang hari Ramadhan (batal serta terkena kafarat berat: memerdekakan budak, puasa 2 bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 fakir miskin).Istimna’ (mengeluarkan mani dengan sengaja/onani).Keluar darah haid atau nifas.Berniat membatalkan puasa secara sadar dan yakin.Keringanan (Udzur) Syar'iSakit & Safar: Boleh berbuka dan wajib mengqadha di luar Ramadhan.Wanita Hamil & Menyusui: Mengqadha jika khawatir atas dirinya; mengqadha serta membayar fidyah jika hanya mengkhawatirkan keselamatan anaknya.Lanjut Usia & Sakit Menahun: Tidak wajib puasa dan tidak qadha, melainkan cukup membayar fidyah (memberi makan 1 orang miskin per hari).Hari-Hari yang Diharamkan BerpuasaHari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.Hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).Hari Syak (hari yang diragukan apakah sudah tanggal 1 Ramadhan atau masih 30 Sya'ban).Amalan Sunnah & Keutamaan RamadhanShalat tarawih berjamaah (mendapatkan pahala semalam suntuk jika bersama imam hingga selesai).Tilawah Al-Qur'an dan tadarus.Melaksanakan umrah (pahalanya setara dengan haji bersama Rasulullah ﷺ).Menjaga lisan dari ghibah, dusta, kata kotor, dan pertengkaran.Makan sahur (mengandung keberkahan, disunnahkan mengakhirkannya menjelang subuh).Menyegerakan berbuka puasa dan berdoa.Memberi makan orang berbuka (ifthar).Berburu Lailatul Qadar di 10 malam terakhir (terutama malam ganjil).I'tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.Membayar Zakat Fitri sebelum shalat Idul Fitri (1 sha' makanan pokok / beras).Tanya-Jawab & Fikih Praktis RamadhanUcapan Selamat Datang Ramadhan: Boleh dan dianjurkan sebagai ungkapan syukur atas nikmat amal shalih.Suntikan / Infus: Infus yang mengandung nutrisi/makanan membatalkan puasa; sedangkan suntikan medis (seperti insulin, anestesi, atau obat non-nutrisi) tidak membatalkan puasa.Bekam & Donor Darah: Mengambil banyak darah (donor darah) dipersamakan dengan bekam, yang menurut fatwa Syaikh Bin Baz dan Ibnu Utsaimin dapat membatalkan puasa bila dilakukan saat puasa wajib.Jumlah Rakaat Shalat Tarawih: Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa keduanya baik dan utama sesuai kondisi jemaah; jika sanggup berdiri lama, maka 11 rakaat lebih utama. Jika bacaan diperpendek, menambah rakaat menjadi 21 atau 23 rakaat lebih utama agar tidak memberatkan jemaah.
Perpustakaan Digital

Baca E-Book

Baca langsung melalui reader tanpa meninggalkan halaman detail e-book.

109 halaman 961 KB Baca online